Hate to Love |•Halisol•|

Hate to Love |•Halisol•|

  • WpView
    Reads 869
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Romance
Fantasy
Bagi Solar Light, hidup ini adalah tentang menjadi yang nomor satu. Dan bagi Halilintar Viex Thunderstorm, hidup ini adalah tentang memastikan Solar tidak pernah mendapatkan posisi itu dengan mudah. Nama mereka berdua selalu bersanding di papan pengumuman sekolah, dipisahkan oleh garis tipis yang menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah minggu ini. Jika Solar mendapat nilai 98 di ujian Fisika, Halilintar akan tersenyum miring dengan nilai 99-nya. Jika Halilintar memenangkan kompetisi lari 100 meter, Solar akan menyusul di posisi kedua, hanya terpaut sekian milidetik di belakangnya. Mereka adalah minyak dan air. Magnet dengan kutub yang sama. Mereka adalah definisi dari rival abadi. !!!WARNING!!! -Cerita ini hanya fiksi belaka! -Jika tidak suka ship tolong keluar! -Semua tokoh sudah 18+ keatas! -Boboiboy hanya milik Monsta, saya hanya meminjam karakternya saja! Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Pantau terus sampai selesai!! ENJOY THE STORY!!!
All Rights Reserved
#151
halisol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Unexpectedly Yours
  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines