SURAT SANG PENYIHIR PALSU (BL)

SURAT SANG PENYIHIR PALSU (BL)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
(⚠️)halo, cerita ini mengandung unsur bl tidak di rekomendasikan untuk homophobic. Silas tidak pernah mengaku dirinya penyihir. Ia hanya seorang lelaki yang tahu cara meramu obat dari akar hutan, membaca arah angin dari retakan kayu, dan menenangkan demam dengan tangan yang terlalu dingin. Tapi ketika seorang anak sembuh semalam setelah ia singgah, desa memberinya nama baru, Penyihir Palsu. "Palsu" karena ia tidak memakai jubah hitam. "Palsu" karena ia tidak menuntut persembahan. "Palsu" karena ia menolak menyembuhkan orang yang ingin ia biarkan mati. Surat-surat ancaman mulai datang. Api kecil muncul di depan pondoknya. Dan di tengah semua itu, Derrick-utusan kerajaan yang dikirim untuk menangkapnya-justru memilih tinggal. Derrick tidak butuh sihir. Ia hanya butuh seseorang yang tidak berbohong padanya. Sekarang, setiap malam Silas menulis surat. Bukan untuk membela diri. Tapi untuk lelaki yang melihatnya bukan sebagai penyihir, bukan sebagai penipu, melainkan sebagai orang yang layak dipilih. Masalahnya, desa sudah memutuskan. Dan surat saja tidak cukup untuk menghentikan tali gantungan. ---
All Rights Reserved
#167
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • MOTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Stealing My Husband
  • ATMA FATAMORGANA
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • My Step Mom? [END] �✔️
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Unexpectedly Yours

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines