ECHOES OF THE DEPTH

ECHOES OF THE DEPTH

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Slow Burn
Enemies to Lovers
"Arsa." "Hmm? Ada apa?" 'Nanti Aylin mau pergi jauh." Ia meletakkan sebuah earplug baru berwarna kuning duatas tangan anak laki-laki itu. "Arsa jangan lupain Aylin, ya?" Itu adalah kalimat terakhir yang didengar oleh Arsa sebelum akhirnya dirinya berakhir terombang-ambing diatas samudera tanpa harapan akibat kecelakaan hebat. Ayah dan ibunya sudah tiada. Mungkin sebentar lagi adalah gilirannya menjemput ajal. Namun Tuhan berkata lain. Arsa masih diberi kesempatan melanjutkan hidup, namun Adin -adiknya- berakhir terbaring dalam koma tanpa menunjukkan tanda-tanda siuman. Dan yang lebih mengejutkan adalah ketika ia masih dalam masa pemulihan, Aylin dikabarkan sudah meregang nyawa akibat tenggelamnya kapal pesiar yang ditumpanginya. Arsa hanya terdiam seribu kata. *** Delapan tahun berlalu begitu cepat semenjak kejadian itu. Arsa masih dengan rutinitasnya bersama buku pelajarannya diatas meja pojok perpustakaan. Ia memasang earplug karena kondisi hipersensitivitas telinganya akan suara bising. Cekrek Ia melirik cepat kearah suara itu. Matanya melebar beberapa sentimeter untuk memastikan siapa yang baru saja memotretnya diam-diam itu. Itu hanya gadis ketua redaksi, bukan? Tapi, siapa sebenarnya gadis yang baru saja mencoba menerobos masuk kedalam hidup laki-laki itu dengan kamera DSLR miliknya itu? Kenapa ia terasa familiar? Ini tentang dua orang dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Ada yang mau tidak mau harus menghadapinya dengan hati yang besar.Ada juga yang pandangannya terhadap masa lalu dibutakan oleh dunia.
All Rights Reserved
#204
grief
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah Musafir [TERBIT]
  • Lakasyila
  • Ineffable
  • Dokter Kutub (SELESAI)
  • My Perfect Ikhwan [REPUBLISH]
  • 03;Espère✔
  • All About You [END]
  • Sandyakala Amerta (Selesai)
  • AleNadriel ✓
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]

Hasan, seorang musafir muda yang membawa tas usang, kitab suci, dan semangat dakwah yang tulus, tak pernah berniat mencari cinta. Tujuannya hanya satu: menyampaikan cahaya Islam ke tempat-tempat yang telah lama kehilangan bimbingan. Sampailah ia di sebuah desa terpencil yang dingin, bukan karena cuacanya - tapi karena dinginnya sambutan manusia. Warga desa menganggap dakwah Hasan mengganggu ketenangan mereka. Tapi satu orang memperhatikan dalam diam: Fatimah, anak seorang tetua desa, yang sejak kecil haus ilmu tapi terkungkung tradisi. Fatimah bukan gadis biasa. Ia tak pernah melihat pria seperti Hasan sebelumnya - tenang, tidak menggoda, tapi wajahnya bersinar saat mengajar anak-anak mengaji di surau yang hampir roboh. Tiba-tiba, fitnah datang. Ada yang menuduh Hasan membawa ajaran sesat. Surau dibakar. Hasan hampir diusir. Tapi Fatimah berdiri paling depan - bukan hanya membela, tapi menunjukkan kepada seluruh desa apa yang sebenarnya ia pelajari dari Hasan: ketulusan. Di bawah pohon tua yang pernah jadi tempat Hasan mengajar, di antara puing-puing yang tersisa, ayah Fatimah berkata: "Kalau kau memang tulus ingin tinggal dan membimbing kami, maka bimbing pula anakku." Dan dengan kalimat sederhana, tanpa romantisme berlebihan, Hasan menjawab, "Jika Allah mengizinkan, aku ingin menjaganya seperti aku menjaga ayat-ayat-Nya." --- Akhirnya mereka menikah dengan sederhana, tanpa pesta besar, hanya dengan dzikir dan doa. Desa yang dulu menolak, kini menjadi desa pertama yang berubah - dan dari sanalah langkah dakwah mereka berdua dimulai, berdua dalam cinta dan perjuangan. 🌿

More details
WpActionLinkContent Guidelines