Estranged

Estranged

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
"Aku pernah percaya bahwa keluarga adalah tempat terakhir untuk pulang. Ayah pernah membuatku merasa menjadi kebanggaannya. Bunda pernah berjanji bahwa aku tidak akan pernah sendirian. Kakak-kakakku pernah meyakinkanku bahwa aku selalu memiliki tempat di antara mereka. Tapi entah sejak kapan, semuanya berubah. Mereka masih berada di rumah yang sama. Masih memanggil namaku. Masih tersenyum seolah tidak ada yang berbeda. Namun perlahan aku mulai merasa seperti orang asing di tempat yang seharusnya paling mengenalku. Aku mencoba mencari tahu apa yang hilang. Aku mencoba memahami alasan mengapa kehangatan itu perlahan menghilang. Tapi semakin aku dekat dengan kebenaran, semakin aku menyadari bahwa ada luka yang terlalu lama disembunyikan. Ada rahasia yang selama ini mengubah segalanya. Dan mungkin, yang paling menyakitkan bukanlah ketika seseorang meninggalkan kita... Melainkan ketika kita akhirnya menyadari betapa berharganya seseorang, setelah kita terlalu lama membuatnya merasa tidak berarti."
All Rights Reserved
#559
sad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • I swear, I fell [𝐁𝐋]
  • Talk to us, Ducky boy's! | Transmigrasi
  • MY EX-RIVAL (Lengkap)
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove alpha x omega
  • Natala Arya
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Akang Jenderal [END]
  • Redemption [COMPLETED]
  • Love After Hate

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines