Hi! Heaven is Calling You

Hi! Heaven is Calling You

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2026
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
Southeast Asian
Mimpi buruk ketika aku tidur di jam 17.10. 3 kali aku terbangun, 3 kali aku terbebas dari jeritan menakutkan yang menenggalamkan tubuh ku pada dalamnya lautan. Rumah duka membuat jiwa ku terluka. Nasib usia dewasa awal yang sial merengut ketakutan ku, memamerkan apa itu perilaku tolol dan bobrok dalam satu waktu. Manusia bekerja keras untuk hidup lebih baik, tapi sebagian manusia bekerja keras untuk perut laparnya. Bukan berarti aku tidak pernah lapar, tetapi aku masih bisa sedikit menahan rasa sakit perut dan masih tetap mampu melahap makanan ketika sudah waktunya. Apakah ini tentang menahan lapar atau menahan rasa amarah ku pada sekelompok orang tolol dan bobrok? Surga memanggil aku walau sebagai gantinya aku tidur tanpa alas dan selimut, aku tidak pernah mengeluh asal aku masih bisa bersuara lantang tentang apapun dengan sahabat ku, Thomas.
All Rights Reserved
#48
thomas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Unexpectedly Yours
  • ATMA FATAMORGANA
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines