Tabib Istana Gu Minglan

Tabib Istana Gu Minglan

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2026
Di Desa Nanshan, orang-orang mengenalnya sebagai Tabib Lan. Perempuan hamil yang hidup menyepi bersama murid kecilnya, membuka balai obat sederhana, dan tidak pernah membicarakan masa lalunya. Mereka tidak tahu, Lan Ming bukan nama aslinya. Mereka juga tidak tahu, anak yang ia sembunyikan bisa mengguncang takhta Yunhe. Dua tahun sebelumnya, namanya masih Gu Minglan. Ia dipanggil ke Istana Cheng'an untuk menyembuhkan Putra Mahkota Zhao Yanjing yang sakit keras. Di sana, Minglan menemukan bahwa penyakit sang Putra Mahkota bukan sekadar kelemahan tubuh. Ada racun yang disembunyikan. Ada bayi yang hampir dibunuh. Ada kebenaran yang sengaja dikubur di balik dupa, ramuan, dan senyum orang-orang istana. Semakin banyak yang Minglan bongkar, semakin banyak orang ingin menyingkirkannya. Lalu ia hamil. Saat difitnah mencelakai calon Permaisuri, Minglan akhirnya sadar: di istana, anaknya bukan sekadar anak. Ia adalah ancaman. Maka Minglan menghilang, membawa bayinya jauh dari takhta dan dari pria yang tidak boleh tahu bahwa anak itu masih hidup. Namun rahasia sebesar itu tidak akan terkubur selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anak Juragan
  • Birth Story
  • Mantan Istriku Ternyata Seorang Miliarder
  • Alvandor
  • jisoo
  • [Idn] Noonbyeol : The Vengeance (AC FF) ✔
  • MAGADHA JI
  • Duchess yang Dipilih untuk Melahirkan
  • ANAK YANG TAK DIAKUI
  • Rahim untuk Takhta

Marsha Hanah Komaladi-dua tahun usianya, tapi namanya sudah lebih sering disebut daripada kepala dusun. Bocah mungil dengan pipi bulat dan mata tajam itu dikenal sebagai "bocil penguasa Desa Retawu." Bukan tanpa alasan-ia adalah anak juragan sembako dan peternakan-Joko, sekaligus putri bidan desa yang disegani-Dila. Ditambah lagi, ia cucu, cicit, hingga canggah dari keluarga Komaladi yang tanahnya setengah kampung pernah disentuh tanda tangan mereka. Sejak bisa berjalan, Marsha sudah terbiasa duduk di kursi kasir toko, menunjuk-nunjuk rak jajanan sambil berkata, "Itu ndaaa bowyeh dicentuh!" atau mengatur ayam-ayam di halaman seperti sedang memimpin rapat. Warga yang datang belanja sering dibuat gemas sekaligus tunduk pada perintah polosnya. Bahkan anak-anak yang lebih besar pun kadang menurut ketika Marsha berkata, "NDAAA LEBUTAN!!! SETOP!!!" Di posyandu, ia dielus banyak tangan, di sawah, ia disapa dengan hormat, di pendopo, namanya disebut-sebut sebagai calon penerus juragan. Meski masih balita, auranya seperti sudah paham bahwa ia lahir bukan dari keluarga biasa. Namun di balik sikapnya yang suka mengatur itu, Marsha tetaplah bocah kecil yang tertawa lepas saat dikejar kupu-kupu dan tertidur pulas di dada ayahnya. "Anak juragan" bukan sekadar julukan. Itu adalah cerita tentang bocah dua tahun yang tumbuh di tengah kuasa, cinta, dan sorotan satu desa-dan mungkin, tanpa sadar, sedang belajar menjadi pemimpin sejak dini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines