An Attachment Most Unforeseen

An Attachment Most Unforeseen

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
Jelita Ananthaya Pinggala tidak pernah membayangkan dirinya mengenakan gaun pengantin. Apalagi untuk pria yang baru dia kenal. Ketika tunangan Abimanyu Denandra Wardhana meninggal secara tragis di malam sebelum pernikahan mereka, skandal mulai mengancam segalanya, karier politiknya, reputasi keluarganya, masa depan yang sudah bertahun-tahun dia bangun. Dan Jelita, dengan status visanya yang menggantung tipis di ujung tanduk, menerima tawaran yang tidak seharusnya dia terima. Menjadi pengantin pengganti. Sebuah pernikahan yang dirancang untuk menyelamatkan dua orang sekaligus citra politik Abimanyu, dan hak Jelita untuk tetap tinggal di Ernathesia Mereka masuk ke dalamnya dengan mata terbuka. Kesepakatan sederhana. Batas yang jelas. Akhir yang sudah pasti. Sampai Abimanyu ditugaskan mengawal sebuah RUU kontroversial yang diam-diam akan memberikan kekuasaan luar biasa kepada lembaga imigrasi Ernathesia dan dia menyadari bahwa wanita yang kini menyandang namanya adalah salah satu orang yang paling terancam oleh undang-undang tersebut. Sampai batas yang mereka buat mulai terasa seperti kebohongan. Sampai keduanya berhenti berpura-pura bahwa ini hanya soal bertahan hidup. Pernikahan mereka mungkin dimulai sebagai kesepakatan. Tapi kehilangan satu sama lain, itu adalah hal yang tidak pernah mereka rencanakan untuk rasakan.
All Rights Reserved
#14
politicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines