KARMA || [On Going]

KARMA || [On Going]

  • WpView
    Reads 891
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 24 hours ago
Hema harusnya sudah mati. Itu hukuman atas dosa-dosanya selama ini, terlebih ia berurusan dengan orang yang salah terakhir kali. Tapi sang "Malaikat Maut" menolak untuk membunuhnya. Sebagai gantinya, sang "Malaikat Maut" menghancurkan hidup Hema lalu menyimpannya sebagai obsesi yang tak bisa ia lepaskan. Hidup. Hancur. Dimiliki. CW/TW‼️: Dark Romance, Age gap, Obsession & Possession, Psychological Manipulation, Non-consensual, Punishment, Loss of Autonomy, Non-consensual body modification, Forced medical procedure, Gender/identity transformation theme, Body autonomy violation, Identity Crisis, Physical & Emotional Abuse, Trauma, Explicit 21+. MINOR DNI ⛔️‼️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sin of The Villainess
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Duke'S Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Unwritten Lady
  • adik ipar cantik
  • Just let me live, Duke!
  • Abo Desire
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains

Sera terbangun sebagai Seralyne Veyrath, villainess yang ditakdirkan mati, dihukum penggal atas perintah tokoh utama laki-laki pada hari pertamanya naik takhta. Sera hanya ingin satu hal: bertahan hidup. Untuk itu, dia mengambil satu keputusan, menjelaskan siapa dia sebenarnya, lalu membebaskan budak di penjara bawah tanah yang selama ini dilecehkan oleh tokoh Seralyne. Rhovant Winterfeld. Budak Seralyne. Tokoh utama laki-laki. Putra Mahkota yang hilang. Orang yang kelak akan mengeksekusinya. Dan yang mengejutkan adalah ... laki-laki itu memiliki wajah yang mirip dengan wajah mantan kekasih Sera di dunia modern. "Mengapa Anda membuang saya?" Dia mencium kaki Seralyne, seolah itu hal paling wajar di dunia. "Bukankah Anda menyukai wajah saya, My Lady?" * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines