NOCTIS

NOCTIS

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
BEEP. BEEP. BEEP. Suara peringatan sistem menggema. Shawn tertegun, kacamata labnya merefleksikan cahaya biru yang mendadak memancar dari batu yang ia amati sedari tadi. Cahaya biru itu memancar kuat, membentuk retakan-retakan cahaya yang berpendar gila-gilaan, seolah siap meledakkan energi tersembunyi di dalamnya. BEEP. BEEP. BEEP. Suara itu semakin melengking tinggi, memekakkan telinga di dalam ruangan laboratorium yang serba putih dan canggih tersebut. "Keith! Bilang padaku kalau ini cuma simulasi iseng buatanmu!" Mikael tersentak bangkit dari kursinya. "Aku tidak menyentuh sistemnya!" Balas Keith setengah berteriak. "Sial ... batu ini tidak cuma memancarkan reaksi, Shawn. gelombang anomali kuantum keluar dari batu ini, sinyalnya melesat langsung menuju..." Keith menghentikan kalimatnya, matanya membelalak menatap salah satu monitor yang menampilkan peta digital kota Helion. Di sana, sebuah titik biru besar berdenyut di area luar perpustakaan kota-tepat di koordinat terakhir Aria Watson terekam.
All Rights Reserved
#6
future
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When The Villain Called Me Mother
  • The Duke'S Red String
  • A Family of Villains
  • SUPIR NONA (21+)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul
  • Marked by the Dragon
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • ATEYA

Elian tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir seburuk itu. Suatu malam, setelah membaca novel ABO tragis berjudul Blood Thorn, ia tertidur sambil mengutuk seluruh alur cerita yang menyiksa tokoh antagonisnya. Dalam novel itu, sang antagonis adalah alpha dingin dan psikopat bernama Lucien Aurelius-seorang pewaris konglomerat yang tumbuh tanpa kasih sayang lalu menjadi monster obsesif terhadap omega pemeran utama. Dan penyebab semua tragedi itu... adalah ibunya sendiri. Ibunya, Elian Aurelius, seorang omega yang terjebak dalam pernikahan politik dengan CEO muda terkenal, Kael Aurelius. Elian masih mencintai mantannya yang menghilang tanpa jejak dan menganggap kehamilannya sebagai "kesalahan". Ia membenci anaknya sejak lahir. Kael yang sibuk membangun kerajaan bisnis jarang pulang, membuat rumah mereka dingin tanpa cinta. Lucien tumbuh dalam kesepian. Dipukul kata-kata tajam. Diabaikan. Tidak pernah dipeluk. Hingga akhirnya ia menjadi monster. Dan di akhir novel, Lucien membunuh ibunya sendiri sebelum menghancurkan hidup pemeran utama. Elian mengira itu hanya cerita. Sampai ia terbangun di tubuh Elian Aurelius-tepat setelah melahirkan Lucien. Saat melihat bayi kecil itu menangis di pelukannya, ingatan novel menyerbu kepalanya. Masa depan berdarah. Kebencian. Pembunuhan. Namun semuanya belum terlambat. Karena cerita baru saja dimulai. Kali ini, Elian bersumpah akan mengubah takdir anaknya. Ia akan mencintainya sepenuh hati. Melindunginya dari kesepian. Dan memastikan Lucien tidak pernah tumbuh menjadi monster. Masalahnya... mengubah anak antagonis ternyata jauh lebih mudah dibanding menghadapi suaminya sendiri. Kael Aurelius-alpha dominan yang dingin, sibuk, dan sulit ditebak-perlahan mulai berubah sejak melihat Elian yang berbeda dari sebelumnya. Dan semakin Elian berusaha menghindari tragedi, semakin ia menyadari satu hal: Mungkin selama ini Kael tidak pernah benar-benar tidak peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines