Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
The Crown Fracture

The Crown Fracture

  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 21, 2026
WpInfo
Ficção
Fantasia
Contos de Fadas e Mitologia
Alta Fantasia
Reinos Mágicos
"Borders are drawn by crown, but erased by blood" Mahkota tidak ada artinya jika tidak ada 'darah' yang mengalir ditubuhmu. Dan kebenaran akan terus memaksa untuk menampakkan dirinya dan mengambil kembali apa yang telah menjadi haknya. One Heir; One Lie; One Fracture Kingdom.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Duke's Red String
  • The Reborn Mama (END)
  • My Villainous Stepmom [END]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo