"Apa jadinya jika sebuah negeri mengganti nama warganya dengan angka, dan rumput yang mereka tanam dengan lelah dilarang keras untuk mereka makan?" Selamat datang di Negeri Para Binatang, sebuah dunia distopia kelam di mana kekuasaan tidak lagi memiliki wajah, tetapi tetap memegang cambuk penindasan yang nyata. Di ladang yang hijau menyakitkan mata ini, identitas asli para satwa dihapus paksa. Mereka bukan lagi makhluk bernama, melainkan sekadar angka kaku di dalam buku besar mandor yang menguning, dipaksa mengabdi pada ego istana tanpa hak untuk mengeluh.
Danu hanyalah seekor kerbau berkode Nomor 47. Dengan tanduknya yang patah dan leher kapalan akibat gesekan tali serabut kaku, ia telah lama memilih pasrah menerima segitiga sempit kehidupan ladang. Namun, ketukan hidup yang mati rasa itu terusik ketika sebuah siulan pendek yang ganjil bergema misterius dari balik pagar pembatas istana. Bersama Arga, kerbau muda Nomor 49 yang menolak mati sebagai angka dan berani memilih namanya sendiri, sepercik bara pemberontakan paling sederhana mulai menyala di balik kubangan lumpur yang keruh.
AKU, ALAM, dan SEISINYA adalah sebuah novel fabel mosaik yang menelanjangi baik buruknya emosi, hati, dan dunia itu sendiri secara jujur. Lewat jalinan petualangan yang sarat akan satire sosial-politik, drama psikologis, dan konflik keserakahan ekonomi, karya Boemi Poetro ini mengajak pembaca berkaca pada realitas tanpa sekat ego. Ini bukan dongeng hewan yang manis; ini adalah kisah tentang apa artinya tetap bersuara ketika diam adalah satu-satunya cara untuk selamat. Bersiaplah untuk ikut menegakkan telinga, karena selama ingatan belum padam, cerita ini takkan pernah selesai.
Todos los derechos reservados