Aruna Sadajiwa (16 tahun) tidak pernah punya waktu untuk meratapi keadaan. Baginya, hidup di bawah angkasa Bandung yang sering mendung sore hari adalah tentang bergerak secepat draf rencana di kepalanya. Terkenal sebagai siswa kelas X IPS yang penuh ambisi, Runa menumpahkan seluruh energi non-akademiknya ke dalam satu-satunya medan tempur yang ia pilih: OSIS. Bersama Mahendra, sahabatnya, Runa adalah penggerak di balik layar yang visioner, keras kepala, dan disegani dalam setiap forum rapat organisasi.
Namun, di balik citranya yang tangguh, mandiri, dan sibuk, Runa menyembunyikan sebuah sudut sunyi di dalam ponselnya. Sebuah ruang obrolan tak berbalas yang sengaja ia kirimkan ke nomornya sendiri-berisi tumpukan pesan untuk Elora Adhira, perempuan yang ia temui di jalur open trip Gunung Prau. Mereka akrab sepanjang trek, menembus dingin bersama, hingga berbagi fajar yang manis di puncak. Namun ironisnya, begitu langkah kaki mereka turun kembali ke basecamp, Elora justru perlahan berjalan menjauh dan memilih selesai tanpa alasan yang pasti.
Setelah Ranupani adalah sebuah awal dari perjalanan panjang tentang bagaimana Runa menempa proses pendewasaannya. Beradu argumen di ruang rapat demi mengejar mimpi-mimpinya, tertawa bersama solidaritas para sahabat, sambil perlahan belajar mengurai sesak dari pesan-pesan yang tak pernah sampai ke tujuannya. Ini adalah narasi tentang langkah kaki seorang remaja laki-laki yang menolak takluk oleh patah hati, memimpin dunianya hari ini, hingga kelak melangkah jauh menuju fase hidup yang lebih luas.
2400 MDPL
All Rights Reserved