PRINTILANNYA PAK MARDI | WMN WNRN

PRINTILANNYA PAK MARDI | WMN WNRN

  • WpView
    Reads 2,159
  • WpVote
    Votes 397
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Slice of Life
Erotica
Kehidupan seorang Janesiz Rahwono itu biasanya cuma diganggu oleh dua rekan kerja atau printilan sang bos yang suka merusuh. Tapi bagaimana ya, mau mengusir atau menjauhkan diri dari printilannya yang kecil dan suka asal bunyi itu.. agak susah.. terlebih, sekarang sang atasan alias Mardian, suka menyuruhnya untuk mengawasi dua orang dewasa yang sekarang tinggal bersama sang bos. Meski begitu. Janesiz sepertinya kelihatan tak masalah saat salah satu printilannya Mardi ini terus menempelinya seperti prangko, apa dirinya pepet sekalian ya? credit by bbang. start on 2026, ended gatau kapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines