Penat dengan urusan skripsi sebagai mahasiswa manajemen bisnis tingkat akhir, Orm bersama kekasihnya, Gulf, serta tiga sahabat mereka-Mark, Film, dan Becky-merencanakan sebuah liburan menantang ke sebuah daerah terpencil. Rencana ini sebenarnya diinisiasi secara rahasia oleh Gulf. Namun, liburan yang diharapkan menjadi pelarian manis justru berubah menjadi petualangan mistis yang menguji nyali.
Di sisi lain, kepergian Orm ternyata memicu kepanikan di rumah. Sang ibu, Maekoy, sangat tidak menyukai Gulf yang dinilainya berandalan dan tidak sopan. Maekoy pun memerintahkan kakak perempuan Orm, Namtan-seorang arsitek ternama-untuk mengejar dan mengawasi adiknya yang manja itu. Tidak ingin misi penjemputan ini membosankan, Namtan menyeret sahabat-sahabatnya: Freen, Fluke, dan sang bos besar pemilik perusahaan konstruksi nomor satu di Thailand (Kwong Land Corp), Lingling Kwong.
Bagi Orm, Lingling adalah musuh bebuyutan sejak masa sekolah. Orm yang terpengaruh oleh doktrin Gulf menjadi sangat anti-LGBT dan membenci Lingling yang dingin. Padahal, alasan sebenarnya Gulf menghasut Orm adalah karena ego masa lalunya yang terluka; mantan kekasih Gulf yaitu candy dulu mencampakkannya demi memilih Lingling, si kakak tingkat super populer. Demi profesionalitas dan ketenangan, Lingling sengaja menyembunyikan status aslinya sebagai CEO kaya raya dari kelompok Orm.
Petaka dimulai ketika kedua kelompok ini bertemu di lokasi liburan pilihan Gulf. Alih-alih menikmati pemandangan, mereka justru terjebak dalam rentetan teror mistis yang mengerikan sekaligus kocak akibat kepanikan mereka sendiri. Beruntung, Namtan, Lingling, dan kawan-kawan memiliki mental serta fisik yang sudah terlatih, sehingga mereka selalu menjadi juru selamat bagi kelompok Orm yang penakut.
All Rights Reserved