Brush, Click, Love

Brush, Click, Love

  • WpView
    Reads 3,977
  • WpVote
    Votes 419
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Marriage and Divorce
Romantic Comedy
Tragedy
Lima tahun menikah dengan Laras, Saka pikir ia sudah mengenal istrinya sepenuhnya. Ia hafal cara Laras tertawa, cara perempuan itu marah, sampai kebiasaan meninggalkan segelas jus hijau setiap kali ia lupa menjaga dirinya sendiri. Namun, ketika pertanyaan sederhana "Kapan punya anak?" berubah menjadi tekanan yang menggerus rumah tangga mereka, Saka memilih menyimpan sebuah rahasia yang ia yakini akan menghancurkan perempuan yang paling ia cintai. Sejak hari itu, semuanya berubah. Saka mulai pulang larut, membatalkan rencana-rencana kecil mereka, dan perlahan mundur dari kehidupan yang dulu ia bangun bersama Laras. Di saat yang sama, Bima-sahabat lama Laras sekaligus teman kuliah Saka-kembali hadir, mengisi ruang-ruang kosong yang tanpa sadar ditinggalkan Saka sendiri. Semakin keras Saka berusaha melindungi Laras, semakin jauh perempuan itu merasa ditinggalkan. Lalu, ketika kenyataan akhirnya memaksa semua rahasia terbuka, Saka hanya memiliki satu pertanyaan, apakah cinta selalu berarti bertahan... atau justru berani melepaskan orang yang paling kita cintai?
All Rights Reserved
#551
pelukis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Siap Huni
  • LOVE ME IF YOU DARE
  • Drizzle
  • Project Aristotle
  • Sengkarut Asmara
  • Kesayangan
  • Love at Risk
  • TERIKAT
  • Date, Prodigious Partner! [Seri 2]
  • Restriction

Selamat datang di Rumah Siap Huni! Dari sini Anda bisa melihat pagar kokoh yang terbuat dari perbedaan agama, kasta, dan kepribadian antara Kalla dan Kanina. Halaman rumahnya mungkin terlalu klise, tapi coba perhatikan lagi bagian teras. Anda akan menemukan kolam renang dengan sejuta kenangan dari masa ke masa, termasuk hal-hal pahit hingga manis. Jangan sepelekan dindingnya yang bewarna monoton, sebab di balik itu ada kehangatan yang membuat Anda semakin ingin memasuki rumah ini. Sebagai informasi tambahan, untuk saat ini Rumah Siap Huni tidak mematok harga untuk kunjungan apapun. Cukup pastikan diri Anda mampu menerima perbedaan pendapat, tidak alergi dengan aroma konflik dewasa muda, serta bisa menerima apapun yang Anda rasakan setelah berkunjung. Jangan lupa infokan hunian ini ke kerabat atau sanak saudara, serta tinggalkan pesan agar arsitek dan kulinya bisa mengembangangkan Rumah Siap Huni menjadi lebih baik lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines