Mereka bilang, "fokus pada kesibukanmu terlebih dahulu baru mencari pasangan."
Dan sepertinya itu benar, jika tidak seperti itu maka kita yang akan celaka.
Charlotte Rose Marie.
Seorang gadis berparas cantik dengan mata merah maroon nya itu sangat membuat orang-orang terpikat dengannya. Seorang gadis yang kini tengah menempuh pendidikan dijenjang terakhir itu terus menerus belajar hingga tidak memperhatikan kesehatan dirinya sendiri, bodoh, benar-benar bodoh. Tapi mengapa teman-temannya tak belajar? Ia berpikir dalam hati, lalu jawabannya muncul didepan mata, mereka sibuk dengan kekasihnya masing-masing.
Marie bilang, "Lagipula aku tidak akan mati jika tanpa cinta."
Itu terjadi sebelum ia bertemu dengan sang lelaki yg menarik perhatiannya, perjumpaan yang tak disengaja pada bengkel motor S.S itu yg membuatnya tak bisa melepaskan pandangannya.
Keith.
Ia hanya seorang pria biasa yg baru 𝑓𝑟𝑒𝑠ℎ 𝑔𝑟𝑎𝑑𝑢𝑎𝑡𝑒 dari sekolahnya itu langsung bekerja di bengkel milik temannya itu, tidak ada yang spesial dengan sang pria, rambut pendeknya yg hitam menambah kesan maskulin pada dirinya meskipun pakaiannya kotor akibat oli dan berbagai mesin motor lainnya.
Ia bekerja sebagai montir untuk memenuhi cita-citanya sendiri, itu sebelum bertemu sang gadis yang merubah dirinya.
. . . . . . . . . .
Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah setahun lamanya mereka berjumpa.
Baru saja sang pemilik manik Maroon itu ingin menyampaikan perasaannya pada si lawan jenis.
"Aku rasa Aku ingin fokus dengan kehidupanku sendiri, Rie. Aku ingin pergi keluar negri karna aku sudah mendapat pekerjaan disana."
𝘿𝙀𝙂!
Rasanya seperti ia ditusuk oleh ribuan jarum dan tepat mengenai di ulu hati.
All Rights Reserved