Namping terlahir dengan kutukan yang ia sebut anugerah: mata batin yang mampu menembus batas alam fana. Karena ketakutan, orang tuanya membungkam penglihatan itu melalui ritual segel gaib hingga ia dewasa. Namun, takdir memiliki cara unik untuk menagih piutang. Dua belas tahun kemudian, kebangkrutan menyeret keluarga Namping kembali ke sebuah rumah kolonial tua di Chiang Mai-tempat rahasia itu bermula. Tepat pada malam ulang tahunnya yang ke-18, segel itu luruh. Dunia Namping yang tenang seketika pecah oleh riuh bayang-bayang masa lalu, dan di sudut remang kamar yang berdebu, ia menemukan Keng telah menunggunya. Keng bukan sekadar entitas yang tersesat. Pemuda tampan dari awal abad ke-20 itu hadir untuk menagih janji yang diucapkan Namping kecil belasan tahun silam: sebuah janji untuk membimbingnya menuju reinkarnasi. Namun, pencarian "jalan pulang" bagi Keng justru menyingkap tabir perasaan yang tabu. Semakin mereka menggali kebenaran tragis di balik kematian Keng, semakin kuat ikatan yang menjerat jiwa mereka. Namping kini terjebak dalam dilema yang menyayat hati: melepaskan Keng agar sang kekasih bisa terlahir kembali, atau mempertahankan cinta mereka dan membiarkan Keng terpenjara selamanya dalam keabadian yang menyiksa sebagai roh gentayangan?
More details