The Children Chose Him First

The Children Chose Him First

  • WpView
    LECTURAS 736
  • WpVote
    Votos 62
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 6, 2026
Ada orang yang meninggalkan masa lalunya. Ada orang yang tidak pernah bisa meninggalkannya. Dan di sebuah kota bernama Paris, jalan mereka perlahan bertemu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dua Jendela di Kaki Bukit [BL] END
  • Sisi Dingin yang Mencair (BL) [End]
  • JALAN PULANG - BL [End]
  • Bila Musim Berganti (BL) (End)
  • Banyu Aji
  • Kidung Cinta Di Mandalawangi
  • Erlangga di Bawah Kaki Sumbing (TamaT)
  • Ananta Sandhyakala
  • The Replacement
  • Banyu Panglipur [END]

⛔warning⛔ ⛔BL, BOYSLOVE, MLM⛔ ⛔Beda agama⛔ Jadi tolong, yang ke trigger sama cerita kaya gini. Jangan dilanjut😭 Di sebuah desa kaki bukit bernama Majaksingi, dua rumah berdiri berhadapan-sebuah rumah hijau milik keluarga guru agama Islam dan sebuah pastori tempat tinggal sang pendeta. Di sanalah Abil dan Theo tumbuh besar, terikat oleh benang persahabatan yang tampak tak terpatahkan. Bagi mereka, perbedaan keyakinan hanyalah latar belakang, hingga sebuah perasaan "asing" mulai tumbuh di sela-sela waktu belajar dan balapan sepeda. ​Sepuluh tahun lalu, ketakutan akan dosa dan norma memaksa Theo untuk melakukan pelarian sunyi ke kota Semarang, meninggalkan Abil tanpa kata selamat tinggal yang layak. Kepergian itu menyisakan luka menganga bagi Abil, yang selama satu dekade hanya bisa menatap jendela kamar Theo yang gelap gulita dari seberang jalan. ​Kini, Theo kembali ke Majaksingi untuk menggantikan ayahnya yang sakit. Namun, ia bukan lagi remaja polos yang dulu melarikan diri; ia pulang dengan beban trauma kota dan rasa bersalah yang pekat. Pertemuan kembali mereka di bawah rimbun pohon pinus membongkar semua sangkalan yang selama ini terkunci rapat. ​Di tengah tekanan sosial, pengawasan ketat Pak Romi yang disiplin, dan kesehatan Pak Harlan yang menurun, Abil dan Theo harus menghadapi kenyataan: bahwa cinta mereka adalah "bencana" yang manis di mata dunia, namun menjadi satu-satunya alasan bagi mereka untuk tetap bertahan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido