Raisa cuma ingin hidup tenang sebagai mahasiswi biasa. Kuliah, nongkrong, organisasi, crush kecil-kecilan. Sesimpel itu. Sampai Arlo mulai muncul. Awalnya hanya senior yang baik. Tempat bertanya soal tugas. Teman pulang bareng karena "kebetulan searah". Tapi kebetulan itu terlalu sering. Arlo selalu tahu di mana Raisa berada. Selalu datang di saat yang "tepat". Selalu punya jawaban bahkan sebelum Raisa bertanya. Dan ketika Raisa mencoba menjauh, satu pesan masuk di tengah malam: "Jangan buat aku berubah cuma karena kamu ingin bebas." Dari pertemanan berubah jadi ancaman. Dari perhatian berubah jadi paksaan. Dari rasa aman berubah jadi sangkar yang tak terlihat. Arlo tidak pernah menyentuhnya dengan kasar. Dia hanya memastikan Raisa tidak punya pilihan lain selain tetap di sisinya. Karena bagi Arlo, mencintai bukan tentang memiliki hati. Tapi memastikan orang itu tidak bisa pergi. Dan Raisa baru sadar... Ia bukan jatuh cinta. Ia terjebak.
More details