KOSTAN CEMPAKA
Kostan Cempaka.
Empat belas kepala, empat belas cara bertahan hidup.
Mereka menjadikan bangunan tiga lantai itu tempat pulang dari hiruk pikuk kehidupan Mahasiswa. Ini bukan tentang hidup para anak muda yang tinggal satu atap lalu menjadi keluarga. Ini tentang menjadi manusia yang terlalu mudah diinjak-injak oleh dunia.
Tidak semua luka terlihat. Dan tidak semua orang ingin lukanya terlihat.
Di sana, tidak ada peran utama. Tidak ada yang benar-benar menjadi penyelamat. Setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri, dengan cara yang kadang merusak orang lain tanpa sadar.
Tetapi untuk mengerti, memang harus bodoh dulu, bukan? Untuk bangkit, harus terjatuh dulu, bukan? Dan untuk segala sesuatu yang indah, memang harus terluka dulu, bukan? Semoga.