Zoveliv
  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2026
- Cinta itu tidak berumur, tidak terbatas dan tidak mati. .. Pernah merasa dicintai oleh seseorang? Pernah merasa diistimewakan oleh seseorang lalu kemudian ia membuatmu tak diinginkan secara sekejap? Ini kisah tentang tiga sahabat yang selalu bersama sama dalam segala hal sebelum akhirnya ada benih benih cinta yang datang diantara mereka. Apakah persahabatan mereka mampu bertahan? Ataukah sebaliknya persahabatan mereka akan hancur hanya karena cinta? Zoveliv itu tentang Zoya. Zoveliv itu tentang Vegas. Zoveliv itu juga tentang Livia. Penasaran? Selami cerita mereka. .. Warning ⚠️⚠️ Follow sebelum membaca Vote dan komen sebelum membaca
All Rights Reserved
#1
ceritabaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines