Teori benang merah ternyata benar adanya.
Jika semesta benar-benar merestui perpisahan, maka dua orang itu tak akan pernah bertemu lagi dalam kebetulan apa pun. Namun, jika masih ada urusan yang belum selesai-entah itu rasa, janji, atau kesalahan-mau sejauh apa pun jarak memisahkan, mau selama apa pun waktu berlalu, semesta akan selalu menemukan cara untuk mempertemukan mereka kembali. Dengan cara yang tak terduga, bahkan sering kali terasa tidak masuk akal.
Serena Kimora Juliette, seorang lulusan SMK, berhasil menembus jalur SNBP di Universitas Jember. Berkat nilai yang memuaskan, ia tidak hanya diterima, tetapi juga mendapatkan keringanan biaya pendidikan hingga setengah harga. Kesempatan emas itu membuat kepindahannya ke Jember berlangsung sangat cepat, seolah ia sedang lari meninggalkan masa lalu.
Namun, Serena tak sadar ada sepasang mata yang diam-diam mengawasi kepergiannya dari kejauhan. Itu adalah Ellio Nathan Sagara-mantan kekasihnya, sekaligus tetangga sebelah rumahnya sendiri. Di balik diamnya, Ellio tahu satu hal: perpisahan ini bukan akhir. Benang merah mereka masih terikat, dan karma sedang menenun rencananya.
Satu tahun berlalu Serena menempuh hidup di Jember, hingga akhirnya ia memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di Sidoarjo. Sebelum kepulangan itu, beban hidup, tekanan, dan rasa lelah telah menggerogoti batinnya; mentalnya terasa hancur, dihajar keadaan, dan membuatnya jatuh dalam kelelahan luar biasa.
Namun, saat kakinya kembali menginjak tanah kelahiran, takdir kembali berbicara. Sebuah pertemuan tak terduga terjadi-membuat Serena dan Ellio kembali berhadapan, dan seketika merasakan kembali getaran yang sama seperti saat mereka pertama kali bertemu dulu. Rasa kagum itu masih ada. Ikatan itu belum putus. Dan kini, mereka harus menghadapi: apakah ini pertemuan kedua untuk bahagia, atau sekadar babak baru dari karma yang belum selesai?
All Rights Reserved