Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Entwined Souls

Entwined Souls

  • WpView
    Leituras 14
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jun 17, 2026
WpInfo
Ficção
Fantasia
Histórico
Cultura e Identidade
[Ashiel x Riel] [History] [Fantasy] "Kau menghancurkan semuanya!" . . "Harus ada sebuah pengorbanan .....dan kematian sebagai ganti" . . "Aku tidak akan memaafkan mu!!!" [Out Of Character] [Out Of Story]
Todos os Direitos Reservados
#25
jiangli
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Reborn Mama (END)
  • The Duke's Red String
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Sin of The Villainess
  • PENANCE OF ONYX
  • Sinar Senja[✓]
  • Spring in the North
  • Om Galak (Choi Yeonjun)
  • FROSTBITTEN - Edmund Pevensie

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo