IM ASHA, IM FINE
Asha Ghaisani Gunawan adalah sebuah lilin yang dipaksa membakar dirinya sendiri demi menerangi kegelapan orang lain. Terlahir tanpa apa-apa di panti asuhan, ia mengubur seluruh rasa sakit, luka fisik, dan harga dirinya di balik topeng keceriaan yang konyol. Demi menjaga sisa-sisa kewarasan Luna-sahabatnya yang rapuh-Asha rela menjadi samsak hidup, mengemis ampun di lantai semen, dan membiarkan tubuhnya hancur di bawah tirani kaum borjuis Jakarta School. Bagi Asha, tidak apa-apa jika dunia menganggapnya sampah, asalkan Luna tetap aman.
Namun, pengorbanan berdarah Asha justru memicu rasa penasaran yang kejam dari Celine Ellara Bagaskara, sang penguasa tertinggi sekolah. Celine, yang jiwanya kosong di balik gunungan harta, merasa terusik sekaligus iri melihat bagaimana Asha rela mati demi orang lain.
Saat Celine dan kroninya mulai menguliti habis setiap jengkal pertahanan Asha, garis antara perlindungan dan kehancuran mulai mengabur. Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang tidak pernah menangis untuk dirinya sendiri, yang dipaksa terus berdiri menjadi tameng, hingga perlahan-lahan ia lupa bagaimana caranya menyelamatkan jiwanya sendiri yang hampir mati.