Weling Bodas

Weling Bodas

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
Rion Mahardika, seorang pemuda tampan dan berkarisma yang hidup dengan satu keyakinan bahwa ayahnya, Arman Mahardika, tidak pernah menginginkannya. Meski tinggal serumah, hubungan mereka tidak benar benar akur dan acuh tak acuh. Rion tidak pernah tahu alasan sang ayah bersikap setidak suka itu terhadap dirinya, sejak kecil rion tumbuh tampa figur seorang ayah, tanpa tahu kenapa ayahnya melakukan itu. Kemungkinan kemungkinan buruk selalu terbesit di pikiran rion, hingga suatu hari akhirnya Arman mengungkapkan kenyataan yang selama ini ia kubur rapat dan seketika dunia yang Rion pijak menjadi runtuh. Kini setelah itu semua, masih ada hal yang harus rion hadapi karena setelah 26 tahun berlalu, perjanjian lama itu mulai menagih haknya hingga mengikat rion tanpa bisa membantah. 📍 Cerita Pendek ⚠️ Dilarang plagiat‼️‼️⚠️ 🔺cerita milik sendiri dengan mengambil beberapa inspirasi. ⚠️21+‼️⚠️ ♦️ Start 18/06/2026 ♦️ Finishing -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • Sin of The Villainess
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Just let me live, Duke!
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke'S Red String

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines