katanya vampire itu kejam

katanya vampire itu kejam

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
hidup di dunia manusia yang berisik bukan keinginan aluna. entah ada apa dengan lingkungan ini. ia tinggal di pusat kota, tapi orang orang nya bermasalah semua. mereka bilang sedang marak fenomena vampire di malam hari. bahkan orang tua aluna saja tidak membolehkan nya keluar. padahal sejak kecil ia emang dikurung bak rapunzel oleh ibunya. dengan dalih"anak perempuan lebih baik dirumah " aluna bahkan tidak percaya rumor vampire itu. mungkin saja ribuan ibu di luar sana memang mengada ngada berita itu agar anak mereka tidak mau keluar rumah. sampai suatu saat ia benar benar bertemu dengan vampire. apa ini akhir dari hidupnya? #real my karya. #baca aja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines