THE TRAVEL JOURNAL

THE TRAVEL JOURNAL

  • WpView
    Leituras 30
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 20, 2026
Kalila Aurora hanyalah seorang gadis ceria asal Jakarta yang nekat melakukan solo traveling lintas benua demi mewujudkan daftar impian masa kecilnya. Senjata utamanya selama perjalanan hanyalah sebuah jurnal cokelat tua, tempat ia menumpahkan segala cerita random dan menempelkan stiker dari setiap negara yang berhasil ia kunjungi. ​Namun, sebuah insiden tabrakan yang tidak sengaja di dekat megahnya jembatan Big Ben mengubah segalanya. Jurnal berharga milik Kalila tertukar dengan jurnal hitam milik Arkaen Elio-seorang pemuda jangkung berkacamata asli London yang dingin dan penuh rahasia. ​Malamnya, sebuah pesan masuk di Instagram memicu kepanikan Kalila. Elio yang pusing melihat tulisan bahasa Indonesia yang ia kira "kode rahasia," menuntut Kalila untuk datang ketemuan dan menerjemahkan isi buku tersebut. Dari rasa penasaran yang berawal di sebuah kafe sudut Notting Hill, petualangan baru di kota London yang dingin perlahan mulai terasa hangat bagi mereka berdua. ​Akankah jurnal yang tertukar itu mengembalikan mereka pada kehidupan masing-masing, atau justru menuliskan bab baru tentang kisah mereka bersama?
Todos os Direitos Reservados
#26
kalila
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Villain Mother
  • Elegi Di Puncak Pelangi
  • sosmed /scenario/story with knb :v [√]
  • Daisy
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Countryhumans This Is Asean Family
  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo