Aku pernah percaya bahwa seseorang akan tetap tinggal jika kita sudah memberikan yang terbaik. Selama tujuh bulan, aku menjalani sebuah hubungan yang penuh harapan. Aku menunggu kepastian, menjaga perasaan, dan mencoba memahami segala keadaan. Namun, pada akhirnya aku hanya menjadi seseorang yang ditinggalkan begitu saja.
Tidak ada penjelasan, tidak ada alasan yang jelas. Dia pergi seolah semua waktu yang kami habiskan tidak pernah berarti. Aku hanya bisa bertanya dalam diam, mencari tahu apa kesalahanku hingga harus diperlakukan seperti itu.
Beberapa bulan kemudian, aku mengetahui bahwa dia sudah menemukan seseorang yang dia pilih. Sementara aku masih berusaha menerima kenyataan bahwa seseorang yang dulu dekat denganku kini bahkan tidak ingin mendengar namaku lagi.
Dari hubungan itu aku belajar banyak hal. Bahwa tidak semua orang yang kita perjuangkan akan memperjuangkan kita kembali. Bahwa terkadang kehilangan seseorang adalah cara Tuhan mengajarkan kita untuk lebih menghargai diri sendiri.
Kini aku memilih untuk sendiri. Bukan karena aku takut mencintai lagi, tetapi karena aku ingin menyembuhkan luka yang pernah ada. Aku tidak ingin terburu-buru mencari orang baru hanya untuk mengisi kekosongan. Aku ingin belajar mencintai diriku sendiri sebelum memberikan hati ini kepada orang lain.
Mungkin suatu hari nanti akan ada seseorang yang datang dengan niat yang tulus. Namun untuk saat ini, aku cukup dengan diriku sendiri. Karena setelah pernah ditinggalkan tanpa alasan, aku tahu bahwa ketenangan jauh lebih berharga daripada hubungan yang membuatku kehilangan diri sendiri.
All Rights Reserved