Elegy Of The Time

Elegy Of The Time

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
Setelah mendapatkan perlakuan tidak adil dengan membunuhnya hingga memanipulasi kematiannya. Hana marah dan meminta satu permintaan. Ia berharap agar diberi kesempatan untuk hidup sekali saja. Permohonan itu terkabul namun dengan cara yang lain. Ia melakukan perjalanan waktu ke tahun dimana dirinya masih menginjak sekolah menengah atas. Tak ada yang berubah, semuanya terlihat sama. Suasananya, teman-temannya, bahkan kejadian-kejadian yang terjadi kepadanya dulu terulang, membuat Hana Dejavu. Namun, satu kejadian membuat masalah baru padanya. Seorang laki-laki, siswa kelas sebelas Ips, murid pindahan yang masuk tiga bulan lalu. "Gue kenal semua murid laki-laki sebelas Ips... Dan, Lo siapa?" "Gue Rafa, siswa pindahan. Gue baru masuk tiga bulan yang lalu." "Nggak ada murid pindahan sampai angkatan kami lulus..." Apa Rafa dari masa depan? Apa dia juga melakukan perjalanan waktu seperti dirinya?
All Rights Reserved
#615
jatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • Be My Wife
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines