We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fly High, Little A

Fly High, Little A

  • WpView
    Reads 2,672
  • WpVote
    Votes 632
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 26, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Band and Group
Fantasy
Isekai and Reincarnation
Sosok malaikat kecil dengan pemberian nama yang bagaikan berkah, Aralie - ia mengunjungi jiwa putus asa, menyatukan kembali serpihan yang nyaris tak berbentuk, mewarnai hari Kathrina dan menjadikannya utuh. "Aku mungkin belum memperjuangkan kehadiranmu di masa kini. Tapi ketahuilah, Aralie, kamu terlahir karena sebuah alasan." Kathrina mengusap lembut pipi yang perlahan menjadi fana, sementara matanya menatap senyum yang mungkin hanya akan tersisa sebagai kenangan setelahnya.
All Rights Reserved
#15
kathrinajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Setelah Abu
  • Perjalanan Menjadi Perwira
  • 02.13 AM
  • Antara tawa dan air mata [HIATUS]
  • The Missing Pieces (END)
  • Jejak yang Tersisa di Kota Kembang
  • TETANGGA MASA, DREAM
  • Nada yang menyembuhkan(lilynn)
  • Keluarga RAJAWIRA: GENERASI BARU
  • Bahagia Itu Sederhana

Dulu, rumah itu penuh dengan warna. Tapi segalanya memudar ketika ia kehilangan seseorang yang menjadi pusat hidupnya. Sejak saat itu, waktu seolah berhenti. Tirai tak lagi dibuka, cat di dinding dibiarkan pudar, dan udara pun dipenuhi sepi. Rumahnya tak gelap, hanya tak lagi punya warna. Segalanya berubah menjadi abu. Abu kenangan, abu duka, abu yang diam-diam menelan hari-harinya. Namun suatu hari, dua langkah kecil menapaki serambinya. Dengan tawa polos dan mata yang jernih, mereka mengetuk pintu rumahnya yang sunyi, lalu perlahan membawa masuk cahaya yang telah lama padam. Satu per satu, warna mulai kembali. Mereka mewarnai dengan merah keberanian, kuning harapan, biru ketenangan. Dan rumah yang dulu hanya mengenal abu, kini belajar lagi mengenal pelangi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines