Kumpulan puisi yang ditulis berdasarkan perasaan yang tak tersalurkan, terdapat fiksi atau mungkin dari pengalaman pribadi. Bagiku, puisi adalah bentuk refleksi paling menyenangkan dalam memainkan diksi dan intuisi. Kata demi kata, bait demi bait yang tersusun hingga membuat kita sadar bahwa perasaan yang paling sulit diucapkan justru paling mudah dituliskan. Di dalam bahasa menemukan fungsi terdalamnya, bukan untuk menjelaskan, tapi untuk merasakan ulang. Bukan untuk dipahami orang lain, tapi untuk dipahami oleh diri sendiri terlebih dahulu. Kumpulan ini lahir dari ruang-ruang yang tidak sempat bersuara, percakapan yang tertelan, kerinduan yang tidak menemukan alamat, kemarahan yang malu pada dirinya sendiri. Setiap puisi adalah upaya kecil untuk memberi bentuk pada sesuatu yang tadinya hanya bergetar di dada tanpa nama, tanpa kata yang terucap.
Tidak ada aturan ketat di sini. Hanya kejujuran, dan keberanian untuk membiarkan kata memilih sendiri.
Selamat Membaca!
All Rights Reserved