The Most Human Monster

The Most Human Monster

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 19, 2026
‎Bagi semua orang di Kota Eclipse, Wyatt Wesker adalah definisi pemuda idaman yang sempurna. ‎ ‎Dia tampan, selalu mengenakan setelan jas hitam yang rapi, dan memiliki tingkat kejeniusan di atas rata-rata yang membuatnya bisa menguasai hal apa pun dengan mudah. Ditambah lagi, Wyatt dikenal sebagai sosok yang sangat hangat, peka, dan luar biasa manusiawi. Dia selalu tahu kapan harus tersenyum, kapan harus bersimpati, dan bagaimana cara membuat orang di sekitarnya merasa nyaman. ‎ ‎Namun, tidak ada satu orang pun yang menyadari bahwa semua kehangatan itu hanyalah sebuah mahakarya. ‎ ‎Berbekal otak jeniusnya, Wyatt mempelajari emosi manusia seperti membaca sebuah buku teks. Setiap senyuman manis, binar mata yang ramah, hingga tawa renyahnya adalah akting yang dirancang dengan sangat presisi. ‎ ‎Dia hanya ingin hidup tenang sebagai manusia normal di kota ini. Namun, ketika realitas dunia modern mulai berjalan tidak terkendali dan bahaya besar mengancam di depan matanya, Wyatt terpaksa harus mengambil tindakan. ‎ ‎Di saat itulah, dunia akan segera menyadari... bahwa pemuda ramah berjas rapi ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar rahasia kecil.
Todos los derechos reservados
#562
superpowers
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Duke's Red String
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Unwritten Lady
  • A Family of Villains
  • The Baby Isn't Supposed To Exist
  • Sin of The Villainess
  • LILY OF PROTEA
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido