We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Duchess yang Dipilih untuk Melahirkan

Duchess yang Dipilih untuk Melahirkan

  • WpView
    Reads 10,646
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Romantic Comedy
Historical
Clara Vale memenangkan kursi Duchess Blackwood bukan karena pesona atau tata kramanya. Ia lolos karena dokter keluarga Duke menilai rahim dan anatomi tubuhnya paling sempurna untuk mencetak keturunan. Dianggap tak lebih dari ternak unggulan pembawa pewaris laki-laki, Clara bersiap menghadapi suami yang kejam. Apalagi keluarga besar Blackwood sudah menyiapkan tenggat waktu: beri mereka putra secepatnya, atau kekuasaan Duke akan dirampas oleh sepupunya yang licik. Namun, Duke Leon Blackwood ternyata meleset jauh dari bayangan Clara. Pria yang di luar tampak sedingin es itu aslinya canggung, gampang panik hanya karena Clara mengeluh sakit, dan menolak keras menjadikan istrinya sekadar mesin pembuat anak. Ketika ambisi keluarga berubah menjadi konspirasi gelap yang mengancam nyawa anak-anaknya, Clara menolak diam. Mereka pikir mereka hanya membeli rahim untuk keluarga Blackwood, tapi mereka salah besar. Clara akan menghancurkan sistem busuk itu dari dalam, dan membuktikan bahwa ia bukan wanita yang bisa diatur layaknya barang pajangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rahim untuk Takhta
  • birth
  • Birth Story
  • Enemies To Pregnancies
  • Askara&Almira's Story
  • Hamil Dan Melahirkan
  • Banyak Anak Banyak Luka
  • The Queen Who Carried the Kingdom [Alhaitham x Lumine Fanfiction]
  • Alvandor
  • Giving Birth Stories (Modern Version)

Di Istana Giok Naga, seorang wanita hanya memiliki satu nilai. Rahimnya. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kaisar Liang Zhen tidak memiliki seorang pun putra. Para selir terus berdatangan, berharap melahirkan penerus tahta. Namun satu demi satu bayi yang lahir hanyalah perempuan. Di tengah istana yang penuh intrik itu, Wei Lanyin hanyalah seorang pelayan kecil milik Permaisuri. Tak ada yang memperhatikannya. Tak ada yang menganggapnya berbahaya. Padahal Lanyin belajar dengan cepat. Ia melihat bagaimana para selir saling meracuni. Bagaimana bayi bisa mati sebelum sempat membuka mata. Bagaimana kekuasaan menentukan siapa yang hidup dan siapa yang dilupakan. Di istana ini, wanita tanpa anak tidak memiliki masa depan. Dan hanya satu hal yang bisa mengubah nasib seorang selir. Seorang pangeran. Ketika sebuah kesempatan muncul, Wei Lanyin menyadari sesuatu yang berbahaya- Jika ia berhasil melahirkan putra Kaisar, maka tidak ada seorang pun di istana yang bisa merendahkannya lagi. Tidak Permaisuri. Tidak para selir. Tidak bahkan keluarga bangsawan yang pernah menghancurkan hidupnya. Namun jalan menuju tahta tidak pernah bersih. Di balik dinding istana tersembunyi rahasia, pengkhianatan, dan permainan kekuasaan yang bisa membunuh siapa saja. Dan Wei Lanyin bersedia melakukan apa pun. Karena di istana ini... seorang wanita bisa kehilangan segalanya. Atau- menguasai tahta melalui rahimnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines