We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Alvarendra

Alvarendra

  • WpView
    Reads 3,367
  • WpVote
    Votes 412
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
WpInfo
Fanfic
Siapa yang tidak ingin mendapatkan kasih sayang yang layak dari kedua orang tua nya? siapa yang tidak ingin di peluk kala menangis? siapa yang tidak ingin menghabiskan kehidupan remaja dengan di limpahi perhatian, kasih sayang, dan cinta dari orang tua nya? Semua nya akan menginginkan hal tersebut. Namun, di Keluarga Alvarendra, hal tersebut adalah hal yang sangat tidak mungkin. 5 anak yang saling menggenggam saat mereka takut , dan saling memeluk saat mereka kedinginan. 5 anak yang dulu mengemis meminta perhatian dari kedua orang tuanya , sekarang tidak. 5 anak yang dulu nya sangat berharap bisa di sayangi oleh kedua orang tuanya, sekarang hanya memiliki 1 tujuan di dunia ini. yaitu.. Bertahan hidup.
All Rights Reserved
#863
keonho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERSA NARENDRA
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Journey
  • Rewriting The Villain (END)
  • Given || Ju Jihoon
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Love me or die
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • I'm Not Just a Figuran

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines