Rintik Terakhir Untuk Tulip

Rintik Terakhir Untuk Tulip

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
WpInfo
Fanfic
Basketball
Hujan Ribuan tetesan air jatuh ke bumi. Angin sejuk yang berhembus dengan lembut suara tetesan air yang meninabobokan jiwa yang terkadang sulit tertidur pulas, sederhana tapi penomena alam yang bernama hujan mampu membuat jiwa ini tenang sejenak oleh ketenangan yang hujan bawa bersamanya. Apakah semua orang suka hujan? Apakah aku saja yang menanti kehadirannya? Bagiku hujan itu seperti penenang disaat terjadinya pertarungan didalam kepala. Ketika pikiran mengambil alih semuanya tanpa memberikan ruang untuk hati berbicara. Ini yang membuatku selalu menanti kehadirannya, menjadi obat disaat tidak ada, tidak akan pernah ada manusia yang dapat memberikan ketenangan. Bijaklah dalam membaca. No Plagiat❎ Hargai author yang sudah membuat karya dengan otaknya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • The King & The Doctor ✓
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • I Want to Live [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines