Pita Merah Dileher Korban

Pita Merah Dileher Korban

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 23, 2026
Pita Merah di Leher Korban Di balik ketenangan kota Tokyo, serangkaian kematian misterius mengguncang masyarakat. Setiap korban ditemukan tanpa petunjuk yang jelas, kecuali satu hal yang selalu sama: sehelai pita merah yang terikat rapi di leher mereka. Polisi menyebut pelaku sebagai "Pembunuh Pita Merah", sosok bayangan yang selalu selangkah lebih maju dari penyelidikan. Aluna Sinclair, seorang residen patologi forensik berusia 24 tahun yang dikenal cerdas dan perfeksionis, terlibat langsung dalam pemeriksaan para korban. Dengan kemampuan analisis yang luar biasa, ia membantu mengungkap fakta-fakta tersembunyi di balik setiap kasus. Namun, semakin dalam penyelidikan berlangsung, semakin banyak rahasia yang muncul ke permukaan. Di tengah tekanan media dan ketakutan masyarakat, Aluna harus menghadapi berbagai konflik dalam hidupnya. Hubungannya dengan keluarga yang penuh ekspektasi, persahabatan yang mulai retak, serta kehadiran Adam, pria pendiam dengan masa lalu yang sulit ditebak, membuat hidupnya semakin rumit. Ketika petunjuk demi petunjuk mengarah pada lingkaran terdekatnya, Aluna menyadari bahwa kebenaran jauh lebih mengerikan daripada yang pernah ia bayangkan. Sementara itu, Thomas Sinclair, ayah Aluna yang juga seorang dokter forensik, menemukan sesuatu yang mengejutkan. Pita merah yang ditemukan pada para korban memiliki kaitan dengan masa lalu yang selama ini terkubur rapat. Temuan tersebut membuka pintu menuju rahasia keluarga yang dapat menghancurkan segalanya. Pita Merah di Leher Korban adalah novel thriller misteri psikologis yang penuh teka-teki, rahasia gelap, dan permainan identitas. Ketika batas antara pemburu dan yang diburu mulai kabur, satu pertanyaan terus menghantui: apa sebenarnya makna pita merah yang ditinggalkan di setiap korban, dan sampai sejauh mana seseorang akan melindungi rahasia terdalamnya?
All Rights Reserved
#26
forensic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Side Character Syndrome
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • The Last Antagonis
  • Ervan Carolline
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • SALAH OBAT
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • AVISENA
  • NEALINE : Blood and Ice Cream

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines