Show Me How
  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 5 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Highschool
Slice of Life
Han Yohan menghabiskan sepuluh tahun hidupnya di balik dinding putih rumah sakit. Sejak kecelakaan di laboratorium saat berusia tujuh tahun, tubuhnya terus berjuang melawan efek zat kimia yang merusak kesehatannya. Hari-harinya dipenuhi obat, pemeriksaan, dan buku-buku yang menjadi satu-satunya teman. Yohan tumbuh menjadi remaja yang tenang, cerdas, dan memahami banyak hal, kecuali cara menjalani hidup seperti remaja seusianya. Sampai suatu hari, ia bertemu Xiao Xiao. Gadis kecil yang terlalu berisik, terlalu ceria, dan terlalu sering muncul tanpa alasan , perlahan mengubah dunianya yang monoton. Di antara koridor rumah sakit, tawa yang sederhana, dan perasaan yang belum pernah ia kenal sebelumnya, Yohan mulai belajar sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh buku mana pun. "shifu? apa kau suka menonton drama?" "tidak" "film?" "tidak" "pertandingan sepak bola?" "tidak" "astaga... bagaimana mungkin, orang tidak suka menonton apa apa.. kalau siaran mukbang?" "iya"
All Rights Reserved
#91
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Círculo del Destino

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines