Warn, based on true story.
Ardzaki, mahasiswa Fakultas Hukum yang periang dan gampang akrab dengan siapa saja, tidak pernah menyangka satu unggahan yang tidak sengaja lewat di linimasanya akan mengubah arah hidupnya. Sebuah akun dengan foto profil sederhana, seseorang berdiri di depan rak buku dengan senyum tipis yang entah kenapa membuatnya berhenti, lalu penasaran, lalu diam-diam menyelidiki sampai ia tahu bahwa pemilik akun itu, Dikta, ternyata satu kampus dengannya: mahasiswa Bisnis Digital yang dikenal pendiam dan lebih nyaman sendiri daripada berada di tengah keramaian.
Berbeda dari Dzaki yang ekstrover dan tidak pernah ragu mendekati siapa pun yang menarik perhatiannya, Dikta adalah pribadi yang tertutup, memilih buku dan musik dibanding pergaulan ramai, serta selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang ia anggap berguna. Pertemuan pertama mereka di sebuah seminar kampus berjalan canggung sebelah pihak, Dzaki yang antusias, Dikta yang dingin dan penuh kewaspadaan. Tapi keteguhan Dzaki untuk terus mendekat, ditambah sebuah tugas kelompok lintas fakultas yang mempertemukan mereka kembali, perlahan membuka celah kecil di tembok yang selama ini dijaga rapat oleh Dikta.
Dari obrolan seputar tugas, komunikasi mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal. Dikta yang biasanya berbicara seperlunya mulai sesekali bercerita tanpa diminta. Dzaki yang biasanya hanya tertarik sesaat pada banyak hal, justru mendapati dirinya semakin penasaran dan semakin peduli pada satu orang yang sangat berbeda dengannya ini.
Cerita ini mengikuti perjalanan keduanya, dari rasa penasaran yang tidak terduga, pendekatan yang penuh keberanian di satu sisi dan keraguan di sisi lain, hingga tumbuhnya kepercayaan dan kenyamanan yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Cinta tidak selalu datang dari kesamaan, kadang, ia datang justru dari keberanian salah satu pihak untuk terus mendekat, dan kerelaan pihak lain untuk perlahan membuka diri.
All Rights Reserved