We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rasa yang kita pilih

Rasa yang kita pilih

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Abuse and Trauma
Growth and Self-Discovery
Bagi Adit Adinatha, hukum adalah cara untuk melindungi mereka yang tidak memiliki suara. Namun, satu kasus yang penuh kejanggalan membuatnya menyadari bahwa keadilan tidak selalu berpihak pada kebenaran. Di tengah rasa bersalah yang terus menghantuinya, kehidupan Adit mulai berubah setelah sebuah pertemuan sederhana di sebuah toko kue pada larut malam. Tanpa ia sadari, pertemuan itu menjadi awal dari perjalanan yang akan menguji prinsip, keyakinan, dan dirinya sendiri. Ketika semua orang telah menentukan siapa yang bersalah, masih adakah tempat bagi kebenaran?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • ELION (bl)
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker[END]
  • Target Si Supir [END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Auto Save!

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Rabu, 03 Agustus 2026 Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines