Our Summer | Park Jeongwoo

Our Summer | Park Jeongwoo

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
Damar, seorang barista di coffee shop, menjalani hidupnya dengan sederhana hingga suatu hari bertemu Azalea, yang membantu orang tuanya berjualan kue di online shop. Pertemuan tak sengaja itu berawal dari obrolan ringan tentang kopi dan kue, lalu perlahan berubah menjadi kedekatan yang hangat. Seiring waktu, rasa di antara mereka tumbuh menjadi cinta. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, Damar dan Azalea belajar memahami satu sama lain, hingga musim panas itu menjadi awal dari kisah yang tak pernah mereka duga.
All Rights Reserved
#697
20
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Same, But Not
  • Garwo
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Justine
  • Last Hope - Cawooz
  • Jodoh Pilihan Mama
  • The Servant [James Harem]

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines