Lima Kali Perpisahan

Lima Kali Perpisahan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Suspense
First Love
You Are So Beautiful II Cinta yang sangat dalam kepada seseorang yang sedang terluka dan menderita. Seseorang yang mencintai dengan tulus melihat keindahan pasangannya, bukan hanya dari penampilan, tetapi juga dari hati, mimpi, dan perjuangannya. Ia ingin melindungi dan menghibur orang yang dicintainya dari kesedihan serta luka yang pernah dialami. Ada rasa takut kehilangan, sehingga ia ingin menyimpan setiap kenangan bersama orang tersebut. Juga menyiratkan kesetiaan dan cinta yang tetap bertahan meskipun ada penderitaan, air mata, dan perpisahan. Sifat alami pria yaitu mengayomi yang terfasilitasi. Dia tipe wanita yang indah sifatnya, dan jika ada yang sepertinya diluar sana, maka sangat beruntunglah para pria tersebut mendapatkannya. "Aku mencintaimu apa adanya. Luka, air mata, dan kekuranganmu tidak membuatmu kurang berharga. Bagiku, kau tetap sangat indah."
All Rights Reserved
#128
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines