The Truth Behind It (Remake)

The Truth Behind It (Remake)

  • WpView
    GELESEN 134
  • WpVote
    Stimmen 29
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juni 28, 2026
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Action und Thriller
seorang siswa kelas 2 SMA ia memiliki kepribadian yang sangat dingin bahkan tidak berperasaan kepada semua orang dan ia tidak mempunyai teman sama sekali tetapi ada seseorang yang berusaha masuk ke dunianya meskipun juun tidak meresponnya tetapi carmen tetap saja menerobos masuk tetapi siapa sangka dugaan carmen juun adalah psikopat karena carmen melihat adegan pembunuhan yang di lakukannya bahkan ia mendengar berita pembunuhan berantai di televisi yang terus terjadi
Alle Rechte vorbehalten
#473
juun
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Unwritten Lady
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • The Mad Marchioness of Obsidia

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien