Tempat Pulang Sang Miliader

Tempat Pulang Sang Miliader

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Contract Relationship
Billionaires and CEOs
Mafia
Sandrielle Yvessirae Patricia Hagia Juidith adalah definisi sempurna dari gadis muda yang hidupnya selalu menjadi sorotan. Di usia dua puluh tahun, namanya dikenal di berbagai bidang-dokter muda, aktris, model, influencer, pebisnis, hingga direktur rumah sakit ternama. Cantik, cerdas, berani, dan selalu tampil percaya diri, Sandrielle terbiasa menjadi pusat perhatian. Namun di balik senyumnya yang cerah dan sikapnya yang tengil, ada hati yang diam-diam lelah menghadapi ekspektasi dunia. Di sisi lain, Leoric Miguel Orion Tristane adalah pria berusia tiga puluh tujuh tahun yang memiliki segalanya-kekayaan, kekuasaan, dan pengaruh. Sosoknya dikenal dingin, tegas, sulit ditebak, dan hampir tidak pernah menunjukkan perasaan. Bagi banyak orang, Leoric adalah pria sempurna yang berdiri di puncak dunia. Tapi tidak ada yang tahu bahwa di balik semua kemewahan itu, ia menyimpan kesepian yang tak pernah berhasil ia ceritakan kepada siapa pun. Sebuah pertemuan tak sengaja di sebuah kafe mewah mempertemukan dua manusia yang berasal dari dunia berbeda. Sandrielle yang selalu berbicara apa adanya, dan Leoric yang terbiasa menyembunyikan segalanya. Awalnya hanya kebetulan. Lalu menjadi pertemanan. Dan perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit. Karena Leoric sudah memiliki keluarga. Karena usia mereka terpaut jauh. Dan karena terkadang, hati memilih tempat pulangnya sendiri tanpa peduli seberapa mustahil semuanya. Ketika perasaan mulai tumbuh, akankah mereka bertahan menghadapi badai yang datang? Atau justru saling menghancurkan demi mempertahankan apa yang mereka yakini sebagai kebahagiaan? "Ada orang yang menjadi rumah sejak pertemuan pertama. Masalahnya, tidak semua rumah boleh dimiliki."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines