Twins!
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
Freya Anastasia dan Fiona Arabella adalah saudara kembar tidak identik yang terpisah sejak kecil akibat perceraian kedua orang tua mereka. Freya ikut bersama ibunya, Selena, dan meninggalkan Indonesia, sementara Fiona tumbuh bersama ayah mereka, Abimanyu. Delapan tahun berlalu tanpa pertemuan, membuat keduanya menjalani kehidupan yang sangat berbeda hingga takdir kembali mempertemukan mereka saat Freya harus kembali ke Indonesia dan tinggal bersama Fiona serta Abimanyu karena suatu alasan. Namun, setelah bertahun-tahun hidup terpisah, mereka bukan lagi dua gadis kecil yang saling mengenal, melainkan dua orang asing dengan luka, rahasia, dan kehidupan masing-masing yang kini harus belajar menjadi saudara kembali di bawah satu atap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines