Rumah yang Tak Pernah Memilihku

Rumah yang Tak Pernah Memilihku

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
Elvano Kalandra Adhyaksa selalu menjadi anak yang paling mudah diabaikan. Di tengah keluarga besar yang penuh prestasi, ia tumbuh sebagai anak bungsu yang dianggap biasa saja. Kebaikannya sering dimanfaatkan, pendapatnya jarang didengar, dan keberadaannya seolah hanya terlihat ketika seseorang membutuhkan bantuan. Sejak kecil, Elvano percaya bahwa jika ia terus menjadi anak yang baik, suatu hari ia akan mendapatkan kasih sayang yang selama ini ia cari. Namun semakin besar, semakin ia menyadari bahwa tidak semua orang akan membalas ketulusan dengan ketulusan yang sama. Ketika kelelahan mulai menggantikan harapan, Elvano memutuskan untuk berhenti mengejar perhatian yang tak pernah benar-benar diberikan kepadanya. Tetapi saat ia mulai menjauh dan membangun dunianya sendiri, sebuah rahasia lama yang selama bertahun-tahun disembunyikan keluarga akhirnya terbongkar. Rahasia yang bukan hanya mengubah cara Elvano memandang keluarganya, tetapi juga mengguncang seluruh keluarga Adhyaksa. Di antara luka, kekecewaan, dan kebenaran yang menyakitkan, Elvano harus memilih: Tetap bertahan demi orang-orang yang pernah menyakitinya, atau melangkah pergi untuk menemukan dirinya sendiri. Karena terkadang, luka terdalam bukan berasal dari orang asing, melainkan dari rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang. 📖💙
All Rights Reserved
#1
anakterabaikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • ELIAN ✓
  • ELION (bl)
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Trouble Maker
  • Target Si Supir
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Halo, Kanael!

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines