Ia sudah selesai dengan masa lalunya. Atau setidaknya, ia percaya begitu.
Setelah sekian lama berdamai dengan penyesalan dan belajar mengikhlaskan seseorang yang pernah ia sia-siakan, ia akhirnya membuka pintu hati untuk seseorang yang baru. Bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai awal yang benar-benar ingin ia perjuangkan.
Namun, seiring waktu, kehadiran orang baru itu justru menghadirkan keraguan. Potongan-potongan sikap, kebetulan yang terasa janggal, dan fakta-fakta kecil yang sulit diabaikan membuatnya bertanya-tanya: apakah hati yang sedang ia genggam benar-benar telah kosong, atau masih menyimpan seseorang dari masa lalu?
Di tengah kebimbangan itu, ia teringat sebuah kalimat yang pernah ia ucapkan bertahun-tahun lalu:
"Kalau suatu hari aku harus menerima karma karena pernah menyia-nyiakan seseorang yang tulus mencintaiku, aku akan menerimanya."
Kini, ketika rasa takut perlahan berubah menjadi kenyataan, ia tak lagi tahu apakah yang sedang ia hadapi adalah ujian, kebetulan, atau benar-benar balasan dari semesta.
Di Antara yang Pernah dan yang Datang adalah kisah tentang seorang gadis yang telah selesai dengan masa lalunya, tetapi justru dibuat ragu oleh masa lalu orang yang baru ia cintai. Sebab terkadang, yang membuat hati menjadi abu-abu bukan kenangan yang belum usai, melainkan kemungkinan bahwa kita sedang mengulang luka yang pernah kita ciptakan untuk orang lain.
All Rights Reserved