THE STARRY NIGHT

THE STARRY NIGHT

  • WpView
    Reads 4,045
  • WpVote
    Votes 394
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
21+ Bagi Mahesa, Rashi hanyalah bentuk tanggung jawab yang harus dia lakukan. Kehadiran Rashi mengacaukan hidup tenangnya. Tanpa sebenarnya dia tahu, bahwa Rashi adalah penulis yang selama ini dia cari. Dan bagi Rashi, Mahesa adalah luka paling berbahaya. Sekaligus salah satu trauma di masa lalunya. Rashi ingin memutus hubungan tak kasat mata itu, hingga sebuah pesan yang dia kirim untuk si penolongnya selama ini justru terkirim pada ponsel Mahesa. Jadi, Mahesa adalah bentuk traumanya atau justru sang penyelamat yang membuatnya tetap hidup hingga saat ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oksitosin Untuk Alaya
  • Pasutri Gen-Z | COMPLETE
  • Bahagia Setelah Berpisah
  • I Love You, Clay
  • IMBROGLIO : Ketika Takdir Bermuara
  • Jodoh dan Takdir
  • Turun Ranjang
  • Mrs. Pear & Mr. Duren (SlowUp!)
  • TO THE MOON AND BACK [END]
  • Cinta Rania

Pembimbing Klinis (DPJP) dr. Aditama, Sp.OG. Seketika, keriuhan di koridor itu seolah lenyap dari pendengaran Alaya. Dunia di sekitarnya mendadak hening, menyisakan kekosongan yang dingin di ulu hatinya. "Aditama?" Suara itu bukan milik Alaya. Itu suara Rian, rekan sejawatnya yang berdiri tepat di sampingnya. Rian menoleh ke arah Alaya dengan tatapan ngeri seolah baru saja melihat Alaya divonis hukuman berat. "Lo... lo serius dapet Dokter Tama, Al? Astaga, selamat berjuang ya." Alaya menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokannya. "Emangnya kenapa, Yan?" "Dia itu dokter senior muda paling perfeksionis yang pernah dilahirkan di fakultas ini. Prestasinya memang melangit, teknik operasinya bersih tanpa cela, tapi mulutnya... Al, satu milimeter saja jahitan lo nggak simetris, atau lo telat lapor detak jantung janin lima menit aja, dia bakal 'menguliti' lo di depan semua orang sampai lo lupa caranya jadi manusia. Dia nggak kenal kata 'maaf' buat kesalahan kecil." Alaya hanya mampu tersenyum tipis, sebuah senyuman paksa yang lebih mirip ringisan. Ia mencoba menutupi rasa cemas yang kini sudah merayap naik ke dadanya, menciptakan rasa sesak. Namun, melihat nama Aditama yang bersanding dengan namanya, ia sadar bahwa perjalanannya menuju keajaiban itu tidak akan seindah bayangannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines