Ten Days on Love Island - Jaedo

Ten Days on Love Island - Jaedo

  • WpView
    Reads 467
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2026
Sepuluh hari di Pulau Cinta tentu nggak akan berjalan semulus yang dibayangkan. Apalagi ketika Javier dan Dorianne masih terjebak dalam hubungan yang bahkan belum punya nama. jaedo area❗ jaedo gs doyoung gs
All Rights Reserved
#69
nct127
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Back To You - Jaedo
  • Don't Wanna Cry  : JaeDo
  • ENVENOMED RELATIONSHIP - JAEYONG
  • With (Your) Husband
  • Possessive Male Lead
  • I'm Not Just a Figuran
  • CONTROLLED CHAOS
  • What if i love u?
  • The Servant [James Harem]
  • When Serenity Loves Chaos - Jaedo
  • MINE [Keonhyeon]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Learn to Love Again [JaeDo]
  • JATUH DALAM PESONA
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • [十] When Summer Comes | Noren
  • [✓] I'm Gonna Love You
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines