sisa rasa yang belum selesai

sisa rasa yang belum selesai

  • WpView
    Reads 811
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
Sepuluh tahun lalu, Perth dan Santa adalah dua orang yang saling mencintai. Mereka tumbuh bersama, melewati masa SMA dengan janji bahwa mereka akan selalu bersama. Tapi sebuah peristiwa membuat hubungan mereka hancur dan berakhir dengan cara yang tidak pernah mereka inginkan. Santa memilih pergi meninggalkan kota itu. Meninggalkan Perth. Meninggalkan semua kenangan yang pernah mereka buat. Waktu berlalu. Sepuluh tahun kemudian, Santa kembali dengan kehidupan yang baru. Ia pikir semua tentang Perth sudah menjadi bagian dari masa lalu yang tidak perlu ia ingat lagi. Sampai sebuah lamaran pekerjaan mempertemukannya kembali dengan orang yang paling ingin ia lupakan. Perth Tanapon. Kini Perth bukan lagi anak SMA yang dulu ia kenal. Ia adalah seorang CEO sukses yang dingin dan penuh jarak. Sementara Santa hanyalah seseorang dari masa lalu yang tiba-tiba kembali muncul di hadapannya. Mereka berusaha bersikap seperti dua orang asing. Tapi bagaimana mungkin melupakan seseorang yang pernah menjadi rumah? Karena ternyata, waktu tidak selalu bisa menghapus rasa. Dan mungkin... ada sesuatu di antara mereka yang memang belum pernah selesai.
All Rights Reserved
#20
perthsanta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines