100 hari yang tersisa (Complete)

100 hari yang tersisa (Complete)

  • WpView
    Reads 2,588
  • WpVote
    Votes 339
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 28, 2026
Kaluna mengira babak paling menyakitkan dalam hidupnya sudah selesai ketika lima tahun lalu, Dipta-laki-laki yang menjadi pusat dunianya-menghilang tanpa jejak dan tanpa sepatah kata perpisahan. Kaluna dipaksa melanjutkan hidup dengan tumpukan pertanyaan yang tidak pernah terjawab, membangun kembali hatinya yang hancur sendirian. Hingga suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali secara tidak terduga. Namun, semua kemarahan dan tuntutan penjelasan yang selama lima tahun ini dipendam Kaluna langsung runtuh seketika saat melihat kondisi Dipta. Laki-laki itu bukan lagi sosok ceria dan tangguh yang dulu ia kenal; Dipta kembali dalam kondisi sakit parah yang menggerogoti tubuhnya. Pertemuan ini membuka tabir rahasia lima tahun lalu. Dipta tidak pernah berniat mengkhianati cinta mereka, ia hanya ingin menyelamatkan Kaluna dari luka melihatnya perlahan rapuh. Kini, dengan waktu Dipta yang semakin menipis, Kaluna dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: egois menyelamatkan hatinya sendiri, atau memeluk kembali masa lalunya dan menemani Dipta menghabiskan sisa detak jantung terakhirnya.
All Rights Reserved
#24
cintasejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines